Rabu, 03 Juni 2009

PERSIAPAN KOLAM BUDIDAYA AIR TAWAR


(Dipengaruhi oleh:
1. faktor teknis :
a.praproduksi : pemilihan lokasi,Bentuk
dan KONSTRUKSI KOLAM.
b.produksi : PERSIAPAN PETAK, pemilihan benih
managemen air dan pakan,
kesehatan ikan, panen.sdm
2 .faktor non teknis :
keamanan, cuaca, Harga,

Secara umum konstruksi kolam ada 3
1.kolam tanah
2.kolam beton.
3.kolam terpal/ plastik

1. kolam tanah
kelebihan :
- pembuatan tidak perlu membeli material
- kolam kokoh karena kolam ada dibawah
permukaan.
- mudah pembentukan )
...

(plankton awal.
- cocok untuk tanah yang kedap dan dekat
pengairan.
kelemahan :
- air cepat habis bila tanah tidak kompak.
- proses panen lebih lama.
- persiapan kolam lebih lama.
- pembuangan kotaran ikan susah
dilakukan
-harus berada di tempat dekat sumber air.
2. kolam beton
kelebihannya.
-mudah melakukan panen
-mudah pembuangan kotoran
-persiapan lebih cepat
-air tidak mudah susut
-bisa dipakai budidaya dengan sumber air
yang minim, dengan bantuan probiotik.
kelemahannya
- perlu biaya besar
- susah pembentukan plankton diawal.
3. kolam terpal.
kelebihannya
-bisa dimanfaatkan di daerah minim air
-proses panen bisa cepat
-persiapan bisa cepat
-air tidak mudah susut.
kelemahannya
- butuh biaya
- mudah rusak terkena sinar matahari
- pembuangan kototaran agak susah
- bahaya bila ada kebocaran. Karena posisi
ada diatas permukaan tanah.
Persiapan kolam tanah
persiapan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya, karena akan menentukan kualitas air selama masa budidaya berlangsung.Hal ini berhubungan dengan : kondisi dasar yang segar, hara yang tersedia, memberantas penyakit.

2.Perbedaan yang ada di air tawar dan air payau
Kelarutan gas lebih besar pada air tawar --> terjadi karena sebagian besar air payau terikat dengan ion
Sedimentasi di air payau lebih cepat dibanding air tawar
Reaksi kimia dan konsentrasi yang dibutuhkan untuk treatment air payau lebih besar dibandingkan air tawar
Toksisitas logam berat di air payau lebih kecil dibanding air tawar
Air payau memiliki hardness dan alkalinitas yang lebih tinggi sehingga kebutuhan kapur lebih sedikit dibanding air tawar
Daya sanggah (buffer) air payau lebih tinggi
Di air payau, BGA tidak bisa tumbuh sebaik di air tawar, karena di air tawar banyak terjadi fiksasi nitogen
BGA melimpah di air tawar, sedangkan plankton yang dominan di air payau adalah GA dan Diatom.
Nitrogen merupakan limiting factor di air payau
Air payau lebih korosif dibanding air tawar
H2S di air payau lebih toksik dibanding di air tawar

PERSIAPAN LAHAN BUDIDAYA AIR TAWAR TERDIRI DARI :
1. Pengeringan dan pengangkatan lumpur
2. Pengapuran
3. Pemupukan
PENGERINGAN DAN PENGANGKATAN LUMPUR
Maksud :
Membuang bahan organik yang ada di dasar kolam (kotoran ikan dan sisa pakan)
Sterilisasi lahan dari patogen yang ada di dasar kolam
Cara :
Pengeringan selama minimal 1 minggu hingga tanah pecah-pecah
Untuk memudahkan pengeringan, dasar tanah dibuat miring 3-5% kearah outlet
Angkat lumpur yang ada
Lakukan pengeringan kembali
PENGAPURAN
Mengapa perlu pengapuran ?
Untuk sterilisasi lahan dari patogen
Untuk meningkatkan pH tanah dan air
Untuk meningkatkan alkalinitas dan hardness (meningkatkan daya sanggah)
Sehingga meningkatkan kenyamanan ikan yang dipelihara dan meningkatkan produktivitas

Macam-macam kapur
A. Kapur pertanian / kaptan / Calcite / CaCO3
Tanpa pembakaran, lar 10% memiliki pH 9

B. Dolomite / CaMg(CO3)2
Mengandung Mg, sebagai buffer. Lar 10% memiliki pH 9-10

C. Hidrated lime / Calcium hydroxide / Ca(OH)2
Batuan kapur yang dibakar, kmd ditambahkan air sehingga menjadi bubuk. Lar 10% memiliki pH 11

D. Calcium oxide / kapur bakar / CaO
Dibakar tanpa ditambah air, sangat reaktif, hanya untuk persiapan kolam yang masam.
Lar 10% memiliki pH 12
Kebutuhan CaCO3 untuk meningkatkan pH tanah















Cara Pengapuran dan pencucian
Kapur ditebar secara merata di dasar dan tanggul kolam
Diamkan selama 1-2 hari
Isi dengan air (20-30 cm)
Diamkan selama 1 hari
Buang
Lakukan 1-3 kali
PEMUPUKAN
Fungsi pemupukan adalah :
Menambah unsur hara di dalam air sehingga kebutuhan nutrisi phytoplankton terpenuhi
Meningkatkan kenyamanan ikan/udang yang dipelihara
Meningkatkan jumlah makanan alami yang bisa digunakan untuk pakan tambahan

Perbedaan pupuk organik dan anorganik
Pupuk organik memiliki kandungan unsur hara yang bermacam-macam (makro dan mikro nutrient) tetapi dalam jumlah yang kecil, sementara pupuk anorganik terdiri dari satu atau beberapa macam saja tetapi jumlahnya besar
Pupuk anorganik diserap dalam waktu yang lama, sementara pupuk organik dapat diserap dalam waktu singkat
Jika penggunaannya hati-hati, efek samping pupuk organik lebih kecil dibanding pupuk anorganik.
Pemakaian pupuk anorganik
Kondisi optimum pertumbuhan plankton di air tawar :
perbandingan Phospat : Nitrogen adalah 0.7 - 0.8 : 1 ppm (pada air yang hardnessnya tinggi, kebutuhan P2O5 2-3 kali lipat)
Konsentrasi ini maksimum stabil di air selama 2 hari dan kemudian menurun
Pada air yang keruh efektivitas penggunaan pupuk berkurang
Sebaiknya setelah pemupukan awal dilakukan pemupukan susulan hingga dicapai pertumbhan plankton yang optimum
Setelahbudidaya berjalan, pupuk bisa digantikan oleh kotoran ikan dan sisa pakan
Pupuk organik
Berasal dari kotoran hewan atau tumbuhan
Harus disiapkan dengan tepat terutama menjadi bentuk yang siap pakai
Yang umum : kotoran ayam, kotoran sapi, lumut
Dosis kotoran ayam siap pakai : 0.5 kg/m2
Cara pemupukan
Setelah pencucian, isi air setinggi 25-30 cm
Lakukan sterilisasi dengan KMnO4 10 ppm
Lebih bagus jika dilakukan inokulasi plaknton dari kolam yang sudah 'jadi'
Lakukan pemupukan dengan menebar pupuk (telah dicairkan) secara merata
Setelah beberapa hari akan timbul warna air.
Tinggikan water level hingga optimal untuk penebaran benih
Lakukan pemupukan susulan 2 kali seminggu hingga tercipta warna air yang diinginkan (tebar langsung atau ditempatkan di depan inlet)
Persiapan kolam beton /terpal
-bersihkan selesai panen
-keringkan 7 hari
-masukan PK ( KMnO4 ) 10 ppm
-tunggu 3 hari
-garam 100 ppm
-pupuk urea 5 ppm
-tebar molase 15 ppm
-tebar probiotik 5- 10 ppm ppm
-warna air terbentuk
-siap tebar
Bila plankton susah terbentuk
buatkan fermentasi kering.
- pakan buatan 1 kg
- tetes 0,2 liter
- air secukupnya
- probiotik 20 gr
- simpan tempat yang lembab 3 hari
siap ditebar dengan dosis 20 – 30 ppm.
2-3 hari siap tebar

)

0 komentar:

Poskan Komentar

Followers

 

FRANS_BLOG. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com